Resume Seminar “Pencerdasan RUU Keperawatan”

PENCERDASAN RUUK

By: Joni Haryanto, S.kp., M.si

Keperawatan merupakan bentuk pelayanan profesional dan merupakan bagian dari kesehatan. Keperawatan sendiri dibagi tiga, yaitu Profesional, vokasi dan kejuruan. Perawat yang profesional adalah perawat yang mandiri yakni mempunyai kompetensi yang didapatkan melalui pendidikan tinggi, melakukan praktik secara otonomi dan menggunakan metode ilmiah serta mempunyai kode etik dalam pelaksanaannya. Selain itu juga harus punya keahlian (expertise), tanggung jawab (responsibility), dan kesejawatan (corporate).

Keperawatan mempunyai orientasi praktik kepada klien yang dilakukan secara humanistic, altruistic, caring dan hubungan interpersonal yang mana perlu adanya Credentialing. Oleh karena itu seharusnya masyarakat memberikan hak istimewa (previllage) terhadap profesi keperawatan berdasar kepercayaan terhadap praktiknya yang penuh tantangan dan sangat kompleks.

Credentialing diperlukan untuk menunjukkan kesiapannya sebagai profesi dalam memberikan pelayanan professional kepada masyarakat, untuk memastikan ditampilkannya kinerja yang dipersyaratkan untuk dapat diberikan status sesuai ketentuan. Tujuannya melindungi masyarakat dengan memastikan tingkat kompetensi professional untuk menjamin  hak-hak pasien:

  1. a.    Sertifikasi

Kegiatan agar perawat mendapatkan sertifikat, seperti ijazah dari lembaga pendidikan formal dan pendidikan yang telah tersertifikasi, uji kompetensi, seminar, pelatihan, dll.

  1. b.    Registrasi

Pemberian status teregistrasi berdasarkan sejumlah sertifikat yang dipersyaratkan yang dilakukan oleh konsil berdasarkan UU dan di Indonesia  belum ada

  1. c.    Lisensi

Situasi dan Kondisi RUU Keperawatan

Undang – undang keperawatan di Indonesia belum disahkan, sehingga konsil keperawatan belum ada sedangkan praktik yang digunakan teman perawat adalah Permenkes 1396/kep/2010,  yang dillakukakan oleh MTKI((majelis Tenaga Kesehatan Indonesia) yang beranggotakan unsur pemerintah dan PPNI. Jawa  Timur tidak menggunakan Permenkes melainkan peraturan gubernur.

Perkembangan mengenai RUU keperawatan, saat ini masih berada dalam pembahasan  Panja dan masuk DIM (Daftar Isian Masalah). Daftar isian masalah yang dibahas yaitu tentang Wewenang, Pendidikan, Konsil, Lembaga, dan Pelayanan & Pendidikan berkelanjutan.

Salah satu anggota dewan yang merupakan Ketua Tim Panja RUUK DPR-RI (Drs. Irgan Chairul Mahfiz, Msi) mengatakan “Paling lambat akhir tahun ini RUUK akan disyahkan menjadi UU Kep”. Direktur Keperawatan dan Keteknisan Medis Ditjen BUK, Yuki Suhartati, S.Kep. M.Kes. menambahkan “Tenaga keperawatan mempunyai kontribusi besar dalam mencapai kinerja Puskesmas dan Rumah Sakit.” Karena itu, mutu tenaga perawat akan terus ditingkatkan profesionalismenya secara berkesinambungan. Program prioritas pelayanan keperawatan yang akan ditingkatkan meliputi pengembangan sistem pemberian pelayanan keperawatan profesional, pengembangan manajemen kinerja klinik bagi perawat dan bidan, penguatan emergency nursing terkait dengan bencana, pengembangan jenjang karir perawat rumah sakit, revitalisasi Puskesmas di Puskesmas dan jaringannya serta pengembangan pelayanan keperawatan keluarga.

cr : Departemen Luar Negeri BEM STIKES Kepanjen

4 pemikiran pada “Resume Seminar “Pencerdasan RUU Keperawatan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s